Enter your keyword

Rabu, 02 Juni 2021

Mencintai Takdir-Nya

Sepanjang takdir yang terjadi dalam hidupku sungguh aku mencintainya, walau awalnya penerimaan ini membuat dada sesak tak karuan, selanjutnya menjadi ringan untuk dijalani.

Apapun itu, ini takdir dari Allaah, sang pemilik semesta. Jikapun aku marah-marah, aku ini siapa?

Aku tahu apa tentang hikmah yang belum diberi-Nya? Apakah aku bisa menerka dalam sedetik kedepan apa yang terjadi dalam hidupku?

Ah, aku tidak bisa. Aku harus manut pada ketentuan Allaah, sebab itu rukun iman keenam yaitu percaya pada qada dan qadar yang terjadi. Jika akal menolak, maka iman seharusnya menundukkannya.


Mencintai Takdir-Nya
Mencintai Takdir-Nya

Sebenarnya aku belum sampai di tahap itu juga, tapi ku paksa-paksa lewat muhasabah setiap malam agar hidupku lapang. Semuanya butuh waktu dan tak serta merta jadi, kadang kala aku malah kecewa dengan diriku sendiri sebab kata-kata lebih mudah ku rangkai dibandingkan menata hatiku yang tak beraturan.


Tapi seperti katamu, proses-proses itu tak akan pernah mengkhianati hasil, hasilnya akan ku terima dimanapun aku berada kelak. Seperti saat ini, begitu lapang untuk dijalani. Selama ada Allaah, yakinlah hidup akan baik-baik saja. Terlihat menyakitkan maupun menyenangkan, kesemua takdirnya itu baik.


Sebelum Allaah uji dengan takdir tertentu, Allaah sudah tahu kemampuan kita. Jika Allaah yakin memilih mu agar mampu melewati ujian itu,  kenapa kau malah tak percaya dengan ketentuan dan pertolongan-Nya? (NM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar