Enter your keyword

Kamis, 22 November 2018

Sekelumit Kisah Perjalananku di Lombok

"Alhamdulillah, akhirnya bisa menginjakkan kaki di Timur Indonesia" seruku berkali-kali dalam hati dengan wajah berbinar-binar. Impian semenjak Sekolah Menengah Atas akhirnya terwujud. Jika bukan karena Allah, mungkin aku tidak akan pernah bisa mengepak ransel dan menikmati semua proses di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Oh iya..tujuanku ke lombok yaitu dalam rangka kerja-kerja kemanusian, karena lombok baru saja (29 Juli 2018) diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR, setidaknya menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekitar 20 orang menjadi korban jiwa, 401 jiwa mengalami luka-luka dan sekitar 10.062 rumah terdampak gempa. Atas dasar itulah, Yayasan tempatku mengabdi mengutusku ke Lombok, ku sambut dengan suka cita. Alhamdulillah, mumpung masih muda, kapan lagi bisa memaksimalkan diri berbagi untuk sesama.

Lombok International Airport
Lombok International Airport
Pulau Lombok yaitu salah satu gugusan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan alamnya yang indah, masyarakatnya ramah dan wisata kulinernya buaaanyaaak sekali. Hem, tidak akan nyesal jika kamu mengunjungi Lombok loh hehehe. Meskipun dalam kondisi terdampak bencana, masyarakat yang aku jumpai itu sangat ramah dan dengan sukarela memberi aku rujak mangga, es kelapa, sate ikan laut dan lainnya saat aku berkegiatan di Lombok Utara maupun Lombok Timur. Selain itu, ada juga warga terdampak gempa yang memberikan sayur mayur yang mereka miliki untuk masyarakat yang terdampak gempa juga. Masya Allah, sebuah kebaikan yang tak terkira dan sering membuat mataku berkaca-kaca.
Warga Lombok
Seorang warga terdampak gempa  membagikan sayur mayurnya ke masyarakat yang juga terdampak gempa.
Kesan pertama menginjakkan kaki di Lombok, aku seperti merasakan suasana yang sama seperti kampung halamanku, Aceh. Bahkan saat keluar dari Lombok International Airport atau sekarang namanya Bandara Zainuddin Abdul Madjid, aku langsung merasakan suasana aceh dengan suara azan yang bersahut-sahutan dari Masjid yang satu dengan Masjid yang lain, karena Masjid disini saling berdekatan. Selain itu, menurutku aksen (logat) mereka bercerita seperti logat Aceh, aku seperti pulang kampung. FYI, disana terkenal sekali Beureugek, penyanyi Aceh yang populer dengan tembangnya berjudul Boh Hate (Kekasih hati). Uhuii... aku yang tidak terlalu tahu tentang lagu beureugek, terpaksa membuka Youtube menghafal beberapa bait dan judul lagunya, agar nyambung ketika ditanya Bang Beureugek oleh masyarakat disini. Hehehe.

Senja Indah Di Lombok
Senja di Lombok
"Aku Nasriati, asal Aceh tetapi sekarang berkegiatan di Medan" setiap kali memperkenalkan diri. Siapa saja yang mendengarkan, pasti akan bertanya bagaimana kronologi tsunami di Aceh? Bagaimana aku selamat dari Tsunami? Bagaimana aku bisa survive hingga saat ini? dan segudang pertanyaan lainnya tentang Tsunami dan Aceh pasca berdamai dengan Indonesia, bahkan dalam sehari aku bisa bercerita 10 kali tentang 2 hal ini.

Semangat anak-anak lombok
Semangat anak-anak Lombok
Bagiku pertanyaan itu wajar, mengingatkan mereka tentang saudaranya di Aceh 14 tahun lalu pernah mengalami bencana mahadasyat dan gempa yang mereka alami ini tidak sebanding dengan hal itu. Disela-sela cerita perjalananku saat dan setelah tsunami, mereka mengucapkan syukur bahwa Allah masih sayang dengan mereka -- buktinya mereka masih hidup meskipun gempa menghancurkan rumah mereka dan Alhamdulilah mereka mendapatkan bantuan kemanusiaan agar tetap survive kedepannya.

Berbagi kebahagiaan di Lombok
Berbagi kebahagiaan di Lombok
Anak-anak disanapun menyambutku dengan riang dan bahkan ada yang mengatakan bahwa ia nanti ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang seperti aku. Aku jadi senyum-senyum sendiri karena dulu aku juga pernah diusia mereka ketika bencana tsunami dan atas dasar itulah aku menjadi pekerja sosial hingga saat ini. "Gempa boleh meghancurkan rumah-rumah kita, tetapi gempa tidak boleh menghancurkan mimpi-mimpi kita" ucapku setiap kali berkegiatan dengan anak-anak disana. Mata mereka berkaca-kaca, mataku juga berkaca-kaca. Semoga selalu ada hikmah dibalik bencana, doaku dalam hati. Semoga..

Cerita singkat ini sebagai pemula dan pemantik semangat untuk tulisan Wisata lombok yang akan di posting nantinya, tetap mengikuti perkembanganku di Blog ya. Terimakasih banyak, temans. (NM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar