Enter your keyword

Kamis, 23 Agustus 2018

Optimis Untuk Hidup Dan Kehidupan

"Banyak orang yang benar-benar mati sebelum ia benar-benar hidup. Semoga kita benar-benar hidup sebelum benar-benar mati" sepucuk pesan di belakang sampul buku yang dituliskan seorang abang saat saya beranjak remaja adalah yang paling saya ingat hingga detik ini.

Betapa banyak orang yang tidak tahu arti hidupnya sehingga tidak bisa menentukan jalan mana yang akan ditempuhnya. Mimpi-mimpinya hanya menjadi mimpi tanpa adanya usaha untuk membuktikan bahwa hidupnya bukan hanya dalam mimpi-mimpi. Semoga kita bukan termasuk orang yang seperti itu ya, Dear..

Masalah yang menerpa berulangkali hingga membuat dada sesak dan kaki ingin berhenti melangkahi, air mata rasanya telah lelah tercurahkan dan seakan-akan tak ada yang berusaha membantu agar kita keluar dari derita, yakinlah... bahwa setiap rasa sakit adalah obat mujarab yang menyembuhkan setiap luka dan menguatkan langkah. Bayangkan bahwa suatu hari nanti yang membuat kita menangis berdarah-darah adalah yang paling kita syukuri dengan lapang dada. Masya Allah..

Optimis Untuk Hidup Dan Kehidupan
Optimis adalah cara kita yakin kepada Sang Maha Menghidupi

Hidup ini memang kudu optimis, jika kita ingin dianggap hidup. Jika tidak, kita akan kalah dengan diri kita sendiri dan kalah dalam peradaban dunia ini. Menjadi orang yang biasa-biasa saja atau yang ingin 'menghidupkan' orang lain? Pilihan ada ditangan kita. Mengutip sajak Chairil Anwar, "Sekali berarti sesudah itu mati", jadi sayang sekali jika hidup tak pernah berarti. Itu artinya, tak ada amal jariyah yang kita bawa pulang menghadap-NYA nanti. 

Optimis adalah satu bukti bahwa kita percaya kepada sang Maha Menghidupi, oleh sebab itu kita masih bisa hidup dan dengannya kita bisa memberi cahaya kehidupan bagi diri kita dan orang lain yang menuntun setiap langkah hingga mencapai tujuan. Apa yang tidak mungkin diatasi selama adalah Allah? Semua bisa kita raih, asalkan kita optimis akan keputusan-Nya dan optimis dalam memperjuangkan hidup kita. Kamu sepakat dengan saya? Jika sepakat, mulai sekaran tulis mimpi-mimpi di buku, usahakan dan doakan segera. Jika bukan kamu, siapa lagi yang mengusahkan hidupmu? Jadi, ayok kita gerak sekarang. :) (NM)

2 komentar: