Enter your keyword

Minggu, 04 Maret 2018

Satu-Satunya Cara Ampuh Bisa Menulis

Sebagai orang yang 'terlihat' sibuk menulis, banyak yang bertanya kepada saya seputar menulis yaitu bagaimana cara memulai menulis padahal tidak punya bakat menulis? Bagaimana  agar tetap konsisten menulis? Mengapa kita harus menulis? Hem..jika kamu termasuk yang bertanya tentang hal itu, bertahanlah untuk membaca tulisan sederhana ini ya hehehe.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menulis yaitu proses melahirkan pikiran dan perasaan melalui tulisan. Alat untuk menulispun bervariasi yaitu dengan pena, mesin tik dan di zaman serba canggih ini, menulis dengan komputer dan laptop mempermudah dalam hal tulis menulis. Tujuan menulis tergantung tujuan dan target masing-masing penulis yaitu memberitahukan atau menjelaskan sesuatu, menceritakan segala sesuatu kepada pembaca dan mempengaruhi pembaca melalui tulisan-tulisan motivasi atau bahkan untuk kebutuhan komersil. Menurut saya, kamu adalah penulis untuk dirimu sendiri, untuk menjadi penulis bukan berarti harus memulai dengan menulis sebuah buku. Menulis status bermanfaat, menulis blog dan menulis diari pribadi bisa dikategorikan penulis, setidaknya menurut versi saya hehehe.

Berbicara bagaimana prose menulis itu sendiri saya setuju dengan pendapat Pramoedya Ananta Toer bahwa proses kreatifnya tetap dari pengalaman pribadi yang sangat pribadi sifatnya. Setiap pengarang atau penulis akan mempunyai pengalamannya sendiri. Semakin dekat dengan diri sendiri, semakin mudah menuangkan ide-ide dalam tulisan.

Satu-Satunya Cara Ampuh Bisa Menulis
Menulislah agar kau abadi
Jadi, satu-satunya cara ampuh bisa menulis adalah dengan BERANI MEMULAI MENULIS dimulai dari apa yang paling kamu suka, misalnya kamu suka memasak maka menulislah tentang resep-resep makanan, kamu suka membaca novel mulailah menulis fiksi, kamu suka menulis diary maka mulailah menulis diary saat ini juga dan jangan menunda waktunya. 

Menulislah dengan berani dan jujur. Pertama, berani adalah membebaskan pikiran dan perasaan tanpa memikirkan pandangan negatif dari orang lain, khwatir kalau nanti orang lain enggak suka, nanti nggak banyak yang banyak, duh tulisannya jelek..dan sebagainya yang menghambat kamu menulis. Jika kamu belum berani atau tidak percaya diri, bagikan tulisanmu kepada teman-teman dekatmu supaya mereka memberikan masukan perbaikan agar tulisanmu kedepan lebih baik.  Kedua, jujur adalah syarat mutlak yang harus kamu penuhi dalam tulisanmu karena banyak yang menulis tetapi tidak jujur. Jujur pada hatimu bahwa yang kamu tulis dengan niat dan cara baik agar benar-benar bermanfaat dan tidak hoax  bagi orang lain. Tulisan yang ditulis dengan hati, maka akan sampai ke hati loh. 
Satu-Satunya Cara Ampuh Bisa Menulis
Membaca yaitu cara memperkaya isi tulisan
Selanjutnya untuk memperkaya ide atau agar tidak stagnan dalam menulis, perbanyaklah observasi lingkungan, perbanyak membaca literatur dan berdiskusi bersama orang lain, agar tulisanmu kaya dan bervariasi plus berisi. Semakin banyak stok ide, semakin banyak tulisan yang kamu tuangkan dalam tulisan. Jika begini, aku yakin sekali jika kamu bisa menulis!

Niatkan menulis sebagai bekal amal jariyah sehingga kamu akan menulis segala sesuatu dalam rangka kebaikan. Bunda Asma Nadia pernah bercerita dalam sebuah seminar inspirasi yang saya hadiri di Medan bahwa ada temannya yang memulai menulis dengan berwudhu terlebih dahulu dan ada juga yang sholat sunnah terlebih dahulu agar tulisannya benar-benar berkah. Masya Allah, begitu berniatnya mereka menebarkan kebaikan melalui tulisan, sama seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama kita salah satunya Muhammad Ibnu Jarir Ath Thobari penulis kita Jaami'ul Bayan 'an Ta'willil Ayil Qur'an , beliau menulis menulis sehari 40 lembar dan seumur hidupnya beliau sudah menulis 584.000 lembar. Allahu Akbar.

Jadi, resep pertama dalam menulis adalah tulislah apa yang kamu suka, mulai dari sekarang dan menulislah dengan bahagia dan merdeka. Semakin sering kamu menulis, maka semakin bagus kualitas tulisanmu. Jika bisa dijadikan buku, Alhamdulillah. Jika ada yang terinspirasi dari tulisanmu, itu bonusnya. Perkara dibaca atau tidak oleh orang lain itu urusan lain, kamu harus teru menulis. Setidaknya kamu akan tetap membaca tulisanmu bukan? So, ditunggu tulisannya ya :) (NM)

2 komentar:

  1. Yaap... Apa yg datang dari hati... Sampainya juga ke hati... Loh...
    ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. jadi mari kita sampaikan isi hati kita ke dia #eh hahaha

      Hapus