Enter your keyword

Kamis, 01 Maret 2018

Hakikat Usia Dan Harapan Dalam Kebaikan

Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin, hari ini genap 25 tahun Allah berikan saya lebih dari triliunan nikmat yang tak bisa saya tuliskan, semoga Allah jauhkan saya dari sifat kufur akan nikmat-Nya, AAmiin Ya Rabb. Waktu yang Allah berikan, saya belum tahu apakah berkah atau tidak, mengingat begitu banyak waktu yang telah saya sia-siakan. Semoga Allah mengampuni saya. Sariyyah As saqthi berpesan, "Jika anda bermuram durja karena harta yang berkurang, maka tangisilah umurmu yang terus berkurang" Astaghfirullahal 'adhiim.

Allah telah memberikan kita hidup dan kehidupan yang sesungguhnya tujuannya untuk menjalankan ibadah kepada Allah dalam waktu yang telah ditentukan. Waktu yang Allah ingatkan dalam Qur'an Surah Al 'ashr dan waktu merupakan salah satu nikmat-Nya yang sering kita lupakan. Seiring berputarnya siang dan malam sehingga bertambah angka usia kita dan itu artinya berkuranglah umur kita di dunia ini . Hakikat usia adalah bukan berapa lamanya kita di dunia ini tetapi bagaimana memaksimalkannya dalam kebaikan, karena sebaik-baiknya orang adalah yang panjang umurnya dan banyak amalnya. Bagaiman dengan kita?

Bertambah angka usia, berkurangnya jatah hidup di dunia
Bertambah angka usia, berkurangnya jatah hidup di dunia

Mungkin kita bukan seperti Abu Daud Ath Thai yang menghitung waktu  untuk memakan remah-remah roti dan bukan roti itu sendiri, bahwa memakan keduanya adalah sama lamanya dengan membaca 50 ayat Al-quran. Begitu juga dengan Hasan Al Bashri Rahimahullah yang terkenal dengan ibadahnya, bahkan semenitpun tak pernah  berlalu sia-sia, ia selalu menggerakkan mulutnya untuk bertasbih. Pun sama dengan ulama salaf yang begitu memanfaatkan waktu tanpa membiarkannya berlalu begitu saja. Membaca Al-quran, menghafal Al-qur'an, zikir, shalat taubat, menulis kitab dan lainnya merupakan salah satu aktivitas dalam memanfaatkan waktu agar tak terbuang dengan sia-sia. 

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata "Ketahuilah bahwa maksiat dapat mengurangi umur dan pasti dapat pula mengurangi keberkahannya, sebagaimana amalan kebaikan dapat menambah umur dan perbuatan dosa itu dapat mengurangi umur."Ah, bagaimana dengan diri kita sendiri? Jika kita malu melihat diri kita, berarti masih ada iman disana. Jika tidak, perbanyaklah istighfar.

Saat berkurangnya jatah hidup siapapun itu, mulailah belajar untuk tidak meminta traktiran atau merayakannya dengan hura-hura, alangkah lebih baik jika kita saling mendoakan dalam kebaikan seperti dalam Qur'an Surah Maryam ayat 15, yang artinya "kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari dibangkitkan hidup kembali". Ya, karena kebahagiaan haqiqi bukan hanya saat dilahirkan tetapi saat dibangkitkan dan bertemu dengan Rabb Semesta Alam. 

Teruntuk sahabat pembaca blog saya yang Allah berikan keberkahan usia, semoga Allah limpahkan lapis-lapis nikmat yang tak lupa kita syukuri karena apapun nikmat yang kita dapatkan, sesungguhnya dari Allah-lah datangnya (QS An-Nahl:53) dan semoga waktu singkat yang Allah berikan benar-benar menjadi peringatan bagi kita dalam berbuat kebaikan. Barakallahu fiikum, Aamiin Allahumma Aamiin. (NM)

4 komentar:

  1. yang berkurang jatah hidupnya didunia, semoga dengan angka 25 tersebut, makin banyak kebaikan2 yang bisa diberi untuk orang sekitar, dan istiqomah dalam kebaikan.
    Aamin ya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin, doa yang sama untuk Ila yaaa. Semoga Allah sayang kita. Terima kasi untuk kebaikan selama ini :D

      Hapus
  2. Terima kasih Nas... Insya Allah tulisannya bermanfaat. Begiti juga dengan umur yang tersisa... Semoga diberi keberkahan usia dan waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, segala puji untuk Allah. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin, doa yang sama juga untuk kakak. Terima kasih atas kunjungannya ya kak :D

      Hapus