Enter your keyword

Selasa, 27 Februari 2018

Temukan Passionmu dan Jadilah Pemimpin

Jika merujuk pengertian passion dalam bahasa Indonesia, adalah sesuatu yang bergairah. Ketika menjalani passion, seakan-akan semua cinta tercurah dan lelah seakan-akan sirna dalam menggapai harapan yang diharapkan. Passion  menjadi seseorang mempunyai merek diri sehingga meningkatkan "nilai jual". Seseorang yang telah menemukan passion, akan terpancar dalam gerak gerik kegiatannya. Menurut Steve Jobs (CEO Apple Inc), bahwa satu-satunya jalan untuk menghasilkan karya hebat adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Jadi, apapun yang sedang kamu kerjakan, cintailah agar menghasilkan karya-karya hebatmu. Itulah namanya passion. 

Passion dan kepimpinan adalah hal yang tak bisa dipisahkan. Passion menjadikan pemimpin bergairah dan semangatnya berapi-api sehingga semuanya mudah untuk dijalani. Hal tersebut menjadi motivasi dan inspirasi bagi orang-orang yang dipimpinnya. Menjalankan passion merupakan bagian dari memberikan keteladan bagi orang lain, sehingga orang lain terinspirasi dalam mencapai  tujuannya. Menurut saya, tanpa motivasi dan keteladanan, nilai kepemimpinan yang ada pada dirinya berkurang.

Passion dan kepemimpinan
Bagaimana menemukan passion diri? Saya yakin kita lebih mengenal diri kira sendiri, sementara orang lain hanya tahu dari luarnya saja. Seseorang menemukan passion diri melalui proses yang berbeda-beda. Saya menemukan passion melalui kegiatan-kegiatan sosial yang saya lakukan sejak remaja dan melalui tes mesin kecerdasan STIFIN yang menunjukkan bahwa saya seorang Thinking Ekstrovert. Beberapa teman saya menemukan passionnya ketika ia kesulitan keuangan, ketika orang tuanya bercerai dan kesulitan lainnya, sehingga ia akhirnya menemukan passion sebagai pengusaha, pembicara, penulis dan sebagainya. Awalnya sedikit susah menemukannya, tapi lama kelaman menjalankan passion ini sebagai kecanduan, sehingga nggak sadar dan bawaannya bahagia terus. Ayo,  kamu harus segera menemukan passion mu. Oh iya, ketika seseorang menjalankan passion nya, tidak masalah di depan atau di belakang layar , yang terpenting manfaatnya bagi orang lain. Tidak masalah profesi kita apa, selama Allah ridho dan bermanfaat bagi sesama. Kenapa malu menjalaninya?
Bahagia dengan Passionmu
Seringkali kita khawatir berlebihan apa yang dikatakan orang lain, padahal rezeki sudah jelas Allah tentukan. Seringkali kita tidak percaya diri dengan diri kita, merasa tidak bermanfaat atau merasa tidak sekeren dia, padahal jelas Allah memberikan  kita banyak kemampuan termasuk kemampuan memimpin sebagai khalifah (QS.Albaqarah : 30). Ingatlah, ketika kita tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri dan tanpa sadar kita  mengecilkan kemampuan-Nya.

Jalankan passion kita dengan bahagia, niatkan karena Lillah, agar jalan juang ini seimbang bagi semesta.  Seperti kata KH Musholli (founder Rumah Kepemimpinan) mengatakan karena bangsa ini adalah bangsa yang besar, maka dibutuhkan orang-orang yang berjiwa besar. Orang-orang yang ikhlasnya melangit dan tulusnya mendalam kepada sesama. Allahu Akbar.
Karena kita unik, makanya passion kita berbeda-beda 
Tidak perlu harus sama dengan orang lain, karena setiap kita unik dan negara ini butuh banyak orang baik di berbagai bidang kehidupan. So, bergeraklah menjadi pemimpin perubahan, udah enggak zaman khawatir berlebihan apa kata orang dan tertekan menjalankan sesuatu yang bukan passion diri. Temukan passionmu, rancang masa depanmu dan jadilah pemimpin yang hebat untuk masa depan. Kamu sepakat kan? Wajib sepakat yaaa... hehehehe.

Rumah Kepemimpinan Region Medan
Terimakasih Keluarga Besar Rumah Kepemimpinan Medan atas kesempatan menjadi pembicara dalam seminar Leadership Talk 2018 : follow your passion, create your future bersama Pak Andri Budiman (Dosen Favorit  Fasilkom USU) & Bang Elyas Sembiring (pengusaha eksportir Durian Emas) di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (Sabtu, 24/2). Semoga teman-teman Rumah Kepemimpinan sukses selalu dalam memperjuangkan idealisme kawan-kawan. Barakallahu fiikum!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar