Enter your keyword

Senin, 19 Februari 2018

Nania, Semua Akan Baik-Baik Saja

"Apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu, Nan?" tanyaku kepadanya hati-hati, khawatir menyinggung ranah privasinya. Betul yang ku duga, beberapa detik suara di seberang sana berhenti dan sesaat kemudian ia tertawa. feelingku sebagai sahabat 8 tahunnya mengatakan  ia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Semoga kau baik-baik saja dan ini hanya firasat rindu karena sudah lama kita tidak bertemu dan berdiskusi via telpon maupun sosial media. "Kenapa ketawa?"tanyaku lagi. Ia diam menghela nafas panjang "pertanyaan kamu lucu Ni. Tentu aku bahagia dan beginilah rumah tangga itu Ni, ada sedih dan ada tawanya juga hahaha" tawanya masih terdengar di telingaku. Entah kenapa tawa itu menjadi hal yang menyedihkan bagiku.

Lidahku kelu tak mampu mengucapkan sepatah dua kata lagi bersamaan dengan mataku yang berkaca-kaca. Kembali suara kami berjeda. Ia diam dan aku juga diam. Entah bagaimana menceritakan kepadamu bahwa aku tak ingin kau kenapa-kenapa di pulau yang kau sendiri tak mempunyai saudara disana. Aku ingin kau baik-baik saja dan bahagia dengan pernikahanmu. Aku ingin mendengarkan kau tertawa lepas menceritakan anak-anakmu yang satu persatu sudah beranjak remaja. Aku ingin sekali kau menanyakan kepadaku, kenapa hingga saat ini aku enggan menikah? Tapi nyatanya kita hanya bercerita terputus-putus dan aku tahu kau masih enggan bercerita banyak hal kepadaku tentang pernikahanmu.

Semua akan baik-baik saja (NM)
"Baiklah kalau begitu, semoga semua baik-baik saja ya Nan. Libatkan Allah dalam setiap keputusan hidup yang kau pilih ya, agar semua arah hidup ini jelas. Tetap semangat dan bahagia" do'aku kepadanya mengakhiri percakapan kami malam ini, sama seperti do'a nya beberapa tahun lalu kepadaku saat aku terpuruk menerima kehidupan ini. Aku tahu ia juga selalu mendoakanku, meskipun ia tak pernah menelpon ku sesering dulu.

"Nan, kau tak ingin bertanya kenapa aku tak ingin menikah hingga saat ini? Barangkali memang tidak perlu kau bertanya, karena kisah pernikahanmu adalah salah satunya kisah yang membuatku tak berani menerima laki-laki dalam hidupku. Kau tak perlu bercerita panjang tentangnya, dari raut wajahnya pertama kali ku lihat, aku tahu ia tak sebaik yang kau kira. Tapi atas dasar cinta, kau menerimanya. Aku sebagai sahabatmu...tak ingin melakoni kisah yang sama, aku tak sekuat kau Nania. Nania, semoga kau baik-baik saja. Doakan aku semoga tetap waras sepertimu yang selalu tabah dari dulu hingga saat ini" Ku tutup diaryku malam ini dengan mata berkaca-kaca dan berharap semoga semua akan baik-baik saja. Semoga. (NM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar