Enter your keyword

Senin, 19 Februari 2018

Menjaga hati = Menjaga Cinta

Aku pernah patah hati diantara harapan-harapan yang ku bangun sendiri hingga bertahun-tahun kepada seorang laki-laki. Aku pernah marah kepada Allah kenapa tak menghadirkan cinta yang menenangkan jiwaku beberapa tahun yang lalu. Aku memprotes takdir yang telah Allah tetapkan sebelum waktunya tiba, Tetapi semakin kesini, semua yang terjadi di masa lalu adalah bagian proses mematangkan diriku saat ini. Bahwa memang ujian terbesar bagi yang belum menikah adalah jatuh cinta sebelum waktunya. Mengelolah hati agar tetap stabil bukan perkara mudah, karena godaan syaitan itu luar biasa kuatnya. Tapi yakin adanya Allah yang menjaga, pastilah semua akan baik-baik saja.
Karena Cinta itu Menjaga
Rasa cinta kepada seorang itu fitrah, karena Allah langsung yang berikan kepada kita. Kewajiban kita adalah menjaga cinta itu sebaik-baiknya menurut Syariat-Nya. "Kak, tapi kalau cuek dan tegas kali sama laki-laki, nanti nggak ada yang suka sama kita kak" kata seorang adik kepadaku. Hem, jika cuek dan tegas bagian dari menjaga. Kenapa harus takut tidak ada yang menyukai kita? Apakah kita hidup agar disukai oleh semua orang? Tidak penting perkara disukai oleh makhluk-Nya, yang penting itu disukai Allah. Dan yang perlu digarisbawahi adalah kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang, jadi jika taat membuat Allah cinta, selesai semua perkara dunia itu.

Jagalah hati baik-baik karena cinta di dalam hati juga akan terjaga. Hati yang terjaga bukti bahwa Allah menjaga kita. Walaupun sendiri tapi pastikan tetap dalam ketaatan. Jangan melabuhkan hati pada seseorang yang belum Allah ridhoi, kamu tak akan kuat. Soalnya aku juga enggak kuat. Jadi, mari saling mengingatkan dalam kebaikan agar segera menyebarkan undangan  #eh. (NM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar