Enter your keyword

Senin, 11 Desember 2017

Alhamdulillah, Hidupku Asik!

Karena sepanjang perjalanan ini wajib disyukuri
Seberapa sering kita mengatakan bahwa hidup orang lain lebih enak dibandingkan kita? Sikit-sikit pokoknya " enak lah kau.. iyalah kau enak, aku ini apalah.. aku kaleng-kaleng ajanya, kau kan lain.." Memang enak kalau bilang enak itu ya hehehe. Insya Allah kalau sering-sering begitu, bersiap-siap lah hidup nggak tenang. Sikit-sikit gelisah. Sementara kunci hidup ini adalah ketenangan. Klo enggak tenang? 'minum obat' banyak2 lah.

Saya punya prinsip hidup agar tak pernah mengatakan bahwa hidup orang lain lebih enak dari hidupku. Jika sesekali keceplosan, biasanya langsung istighfar. Karena apa? Kalau kita bicara kesusahan, biasanya kita sering bilang : "kau masih enak.. aku kekgini..kekginliah. lebih susah aku lagi dan bla bla" sering bilang gini nggak? Dan jarang bilang  " Alhamdulillah..hidup aku lebih enak dari dia" meskipun dalam hati. Kita sor kali klo bicara kesusahan hehe.

Saya kalau lihat orang naik mobil, biasanya saya berdoa semoga esok lusa bisa punya mobil sendiri. Sesekali saya menangis mensyukuri bahwa saya masih bisa berjalan kaki atau menaiki angkot.
Lihat orang kerja di kantoran, berdoa semoga apa-apa yang saya lakukan di Simpang Jalan juga bermanfaat bagi banyak orang. Lihat orang bolak-balik janjalan ke luar kota atau negeri, berdoa semoga besok bisa janjalan yg bermanfaat bagi orang banyak.

Lihat orang menikah, berdoa semoga Allah pertemukan dengan laki-laki solih yang terbaik menurut-Nya. Lihat orang hafal alquran, berdoa semoga nanti bisa hafal alquran 30 juz sebelum usia 30 tahun, Insya Allah. Dan seterusnya dan seterusnya..

Insya Allah enggak ada terpikir " Enak kaliiii hidup diaa.. enak kaliii dia punya mobil... Enak kaliii dia hafal quran, dan bla bla" Saya hanya ingin tenang dan menikmati setiap proses hidup saya.

Sampai mamak saya bilang " hidup mu santai kali, nggak terpikirkan apa-apa kalau lihat orang lebih dari hidup kita ini?" Saya cuma ketawa-ketawa. Kalau begini saja sudah bahagia, lalu mau nikmat yang mana lagi yang mau didustakan?

Alasan saya tidak ingin membanding-bandingkan nikmat-Nya :
Pertama, saya tak ingin mengkerdilkan kekuasaan Allah hanya karena saya merasa tak sama dengan orang lain. Saya takut membanding-bandingkan atas sesuatu yang saya tidak tahu, bisa jadi Allah murka dan itulah penyebab rezeki saya tertahan. Jadi, saya sering katakan " Alhamdulillah, hidupku asik!"

Kedua, saya tidak pernah tahu proses yng dilakukan orang lain. Entah berapa banyak deraian airmata yang berusaha disembunyikannya, entah berapa lelah ia berikhtiar dan entah berapa banyak doa doa nya. Saya mau belajar pada proses,  bukan pada hasil. Oleh sebab itu, saya tak ingin mengklaim hidup orang lebih enak.

Syukur itu seni memanajamen hati.
Semakin bersyukur, semakin manjur.
Semakin tak membandingkan, semakin menenangkan. Insya Allah.

Alhamdulillah, hidupku asik!

Kamu? :)
**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar