Swift

Mengatur Waktu Tilawah, Muroja'ah dan Hafalan


Mengatur waktu tilawah, muroja'ah dan hafalan
Menulis dengan judul diatas bagi pemula seperti saya pastilah tulisan ini jauh dari sempurna karena keterbatasan ilmu dan pengalaman. Tetapi Allah memberi saya kemampuan menulis, jadi saya ingin menulis yang bermanfaat sedikit demi sedikit.

Kadangkala kita merasa bahwa kesibukan kita terlalu banyak sehingga sulit sekali melakukan tilawah, murojaah dan menambah hafalan. Tetapi diluar sana banyak yang juga kesibukannya luar biasa tapi kok bisa melakukan tiga aktifitas dengan Alquran ya. Bahkan sampai punya motto : apapun profesimu, kau wajib menjadi penghafal Al-quran. Berat? Insya Allah enggak, selama niat, kerja keras dan manajemen waktu yang tepat.

Setiap orang punya metode masing-masing dalam penerapannya. Jangan fokus pada metode tapi fokus dalam pembiasaan. Pembiasaan tilawah setiap hari, murojaah setiap hari dan nambah hafalan setiap hari. Satu lagi, jangan fokus seberapa banyak tapi seberapa lama waktu kita bersama Al-quran.

Atur waktu menjadi 3 bagian. Misalnya pagi adalah waktu yang fresh sehingga otak sangat mudah merekam segala sesuatu. Gunakan waktu pagi untuk menambah hafalan. Sementara siang gunakan untuk tilawah harian. Tilawah ini penting agar biasa dengan ayat-ayat yang tidak sering kita dengar. Tilawah mempermudah kita menghafal alquran juga. Nah, malam gunakan untuk murojaah hafalan. Kewajiban seumur hidup bagi penghafal adalah muroja'ah. Semakin sering murojaah semakin mutqin (baik). Contohnya seperti al fatihah yang setiap hari diulang, bahkan sambil tersenyum-pun bisa. Jangan sepele dengan muroja'ah karena disana juga ada tersimpan pahala.

Setiap kita punya kesibukan yang berbeda tetapi waktunya sama dan tentu kita yang paham betul dengan aktifitas kita. Jadi, siasati semuanya dengan baik dan tanpa banyak alasan. Harus kudu dipaksa agar terbiasa. Tilawah bisa dicicil, murojaah juga bisa dilakukan dalam sholat sunnah. Insya Allah, jika kita bersemangat menuju kebaikan, Allah akan mudahkan. Toh, Allah Maha Segalanya ya kan?

Cinta terhadap Al-quran itu harus ditumbuhkan agar kelak di akhirat ia datang memberi syafaat. Cinta terhadap Alquran itu harus sejak dini agar kelak di yaumil akhir ketika ditanya oleh-Nya untuk apa waktu muda ini kita isi? Alquran bisa bersaksi bahwa kita adalah sebaik-baiknya manusia yang belajar dan mengajari al-quran.

Cinta terhadap al-quran harus diistiqomahkan agar ketika mata kita tak berfungsi lagi, lisan kita tak bisa digerakkan lagi, telinga kita tidak bisa mendengar lagi tapi hati kita masih bisa sibuk dengan Al-quran yang sudah terlanjur kita cintai. Setidaknya hati kita tidak didominasi maksiat tetapi ada Al-quran disana.

"Sesungguhnya Al-quran itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada yang DIBERI ILMU, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang DZALIM" (QS. Al-Ankabut :49)

Terus meminta sama Allah agar menjadi orang yang diberi ilmu oleh-Nya, dimudahkan lisan, pikiran dan hati untuk tilawah, murojaah dan menghafal al-quran. Karena hal terindah dalam hidup ini adalah menjadi KELUARGA ALLAH. Caranya? Jatuh cintalah kepada Al-quran.

Bismillah, kuatkan azzam!
Jadikan motto : apapun profesi kita, kita wajib menjadi penghafal alquran sebagai cambuk diri agar menjadi sebaik-baiknya manusia.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Semoga Allah ampuni dosa-dosa ini dan bagi teman-teman yang membaca mohon koreksi jika ada kesalahan. Karena saling mengingati dalam kebenaran dan kesabaran adalah cara yang diajarkan-Nya melalui Al-quran. Mohon maaf apabila ada kesalahan.
(NM)

You Might Also Like

0 komentar