Enter your keyword

Sabtu, 29 April 2017

Catatan Kecil Untuk Seorang Abang

Eko Unedo Manurung di Yayasan KKSP Medan
Bang Eko dan aku di Yayasan KKSP Medan
Suatu hari, aku melihat laki-laki aneh dengan ransel, celana jins yang koyak-koyak dan rambut gimbal. Hal itu cukup membekas dalam ingatanku. Saat itu terjadi tahun 2008. Namanya Eko Unedo Alberto Manurung. Nama yang panjang dan aneh menurutku.  Dengan senyum mengembang dan sangat ramah mendekatiku. Aku memanggilnya Bang Eko. Hingga detik ini, aku tak pernah bisa menghapuskan kekagumanku.

"Hidup kedepan akan semakin berat dan tanpa neko-neko. Berjanjilah.. apapun yang terjadi kelak, kau tetap sekuat ini Nas," sebuah kalimat yang paling aku ingat di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh, saat ayah terbaring lemah disana.

Sering kali aku jatuh dan menangis, tetapi abang adalah abang terbaik yang pernah aku miliki. Abang yang selalu percaya dengan mimpi-mimpiku dan abang yang selalu mendorongku untuk kuat melangkah walaupun dengan cara yang cukup keras. Kadang aku berharap abang akan sedikit lembut kepadaku. Tetapi aku tahu bahwa abang tak akan pernah menghadiahkan aku kata-kata yang lembut dan manis sebab kata manis menurut abang tidak akan membuatku kuat. Untuk itu, aku setuju bang.

Hingga saat ini ku belum bisa membalas apapun atas semua yang sudah abang lakukan, dan aku tahu abang tak meminta itu. Aku masih menjadi perempuan yang cengeng dan keras kepala setiap kali ada masalah menghampiri. Aku masih saja merepokan abang dengan masalah-masalah yang ku hadapi, seharusnya aku tak lagi melakukan hal itu. Tapi entah kenapa,. aku selalu merasa membutuhkan abang.

Catatan Kecil Untuk Seorang Abang
Bang Eko saat moment penting - wisudaku (2014).

Banyak sekali yang ingin ku tulis tentang abang selama 9 tahun kebersamaan kita dan sesekali menikmati kopi sembari berdiskusi banyak hal, tetapi ketakutanku melebihi keinginan itu. Aku masig belum berani mengatakannya. Jadilah tulisan ini sangat sederhana. Tulisan ini hanya catatan kecil betapa aku sangat mengagumi abang dan selalu berharap yang terbaik untuk abang. Terima kasih untuk buku-buku yang abang hadiahkan setiap aku ulang tahun, mendidik aku dengan buku-buku dan pengalaman hidup. Melalui itu, sekarang aku merasa beruntung sekali pernah melewatinya bersama abang. Terima kasih atas materi apapun yang selalu abang korbankan untukku, tanpa banyak yang tahu.

Selamat Ulang Tahun Bang Eko..
Terima kasih masih mendengar rengekanku yang kekanak-kanakan dan tak tentu arah. Abang adalah inspirator terbaik yang aku punya. Terima kasih untuk ilmu, pengalaman dan pendidikan yang abang hadiahkan untukku terus menerus hingga saat ini. Semoga Allah membalas segala hal baik ini meskipun aku tak bisa membalasnya. Aamiin ya Rabbal 'Alamiin. (Nas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar