Langsung ke konten utama

Aku Belajar Di Jalanan

Belajar bersama anak-anak di Simpang Pos Medan
"Apa yang sudah kau lakukan untuk anak jalanan? Anak-anak juga ditangkap sama satuan polisi pamong praja, masih ada yang cakap kotor, masih ada yang ngelem, masih ada yang tidak bisa sekolah, masih saja tidak bisa mengakses rumah sakit jika sakit. Lalu apa yang kau lakukan?" itulah beberapa pertanyaan yang 'menyadarkanku'.

Aku tidak ingin menjelaskan seperti apa yang berubah. Sebagai fasilitator lapangan di Lembaga Swadaya Masyarakat yang juga terbatas akses & 'kekuasaannya', kami hanya lakukan apa yang kami bisa. Banyak yang protes? Banyak! Tapi...hei negara yang mempunyai keuangan memadai dan kekuasaan penuh saja tak bisa mengatasi permasalahan fakir miskin dan anak terlantar yang tertulis rapi di Undang-Undang Dasar itu. Jadi, kami lakukan yang bisa kami lakukan dalam rangka membantu pemerintah mewujudkan harapan pasal 34 UUD itu.

Aku memang tidak pernah melakukan apa-apa kepada anak-anak itu. Aku sedang belajar banyak hal tentang hidup, memaksakan diriku untuk bersyukur dan menjadi perempuan yang bisa diandalkan. Aku sungguh ingin belajar pada alam raya, agar hidupku benar-benar hidup. Jadi,secara pribadi aku memang banyak menerima bukan memberi mereka.

Simpang jalanan itu memberi aku kesempatan mengenal banyak hal bahwa Allah begitu baik kepadaku. Allah menjagaku dengan hijabku dan lama-lama membuang rasa maluku yang tak penting. Betapa jalan hidu yang aku alami sekarang adalah cara Allah mempersiapkan aku menjadi seseorang (kelak), Insya Allah.

Di jalanan aku belajar mendengar ibu-ibu asongan mengenai hidupnya, tukang becak yang bercerita tentang keluarganya, anak-anak yang diusir keluarganya, kepala lingkungan yang harus melayani masyarakatnya, dokter yang baik hati melayani anak jalanan, abang-abang jalanan yang bercerita tentang proses hijrahnya serta kadang-kadang aku harus tertawa seperti orang gila kepada mereka yang kurang waras di jalanan. Jalanan memberi banyak pengalaman hidup.

Aku bukan pahlawan bagi mereka. Tidak ada kata-kata itu dalam kamus hidupku. Bahkan aku malu ketika teman-teman mengatakan aku aktivis sementara aku bukan aktivis. Kawan-kawan jalanan adalah aktivis bagiku. Guru kehidupanku. Dan itu akan berlaku seumur hidupku. Jika ingin belajar, belajarlah pada mereka.

Walau tak banyak yang bisa ku lakukan karena keterbatasanku, tapi aku yakin dengan mimpi-mimpi mereka. Jika mereka masih sangat bersemangat berjuang dari jalanan untuk hidup lebih baik, lalu apa alasanku untuk berhenti karena tidak dimengerti oleh orang lain? Terima kasih kawan jalanan. (NM) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekreasi Murah Keliling Sidamanik Dan Tarutung Sumatera Utara

Ketika kepenatan melanda yang membuat kerutan di kening semakin mengerut dan hati terasa tak pernah cukup barangkali kita butuh rekreasi sejenak. Menyatu bersama alam sembari merefleksi diri mengenai hidup ini. Mungkin kita terlalu memaksa diri terjebak dalam rutinitas padahal rekreasi  juga diperlukan. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali rohani dan jasmani kita agar kembali bersemangat dalam beraktifitas sehari-hari. Umumnya jenis rekreasi diantaranya pariwisata, olahraga, permainan dan melakukan hobi.
Menurut Psikolog, rekreasi diperlukan bagi manusia diantaranya yaitu melepas ketegangan dan stress, memiliki umur yang panjang karena tidak mudah stress sehingga penyakit kronis tidak datang, menambah pengetahuan sehingga mengurangi kecenderungan pikun pada usia 60 tahun keatas. Selain itu rekreasi juga membuat waktu berkualitas, membuat kenangan indah bersama dan mempererat hubungan pertemanan semakin erat.

Oleh karena itu, kali ini saya mengajak kawan-…

Wisata Sehari Di Takengon Aceh Tengah

Takengon adalah Ibu kota kabupaten Aceh Tengah yang berdataran tinggi dengan suhu yang tergolong sejuk dibandingkan beberapa kota yang ada di Aceh. Takengon tak diragukan lagi sebagai penghasil kopi terbaik di dunia salah satunya jenis kopi arabika. Lahan kebun kopi di Takengon Aceh Tengah  mencapai 48.300 Hektar. Jika kamu ke Takengon, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan pohon kopi yang hijau disepanjang jalan dan bukit yang akan kamu lewati, dan tentunya kilang-kilang atau pabrik kopi yang berderet di kota Takengon.
Takengon berasal dari bahasa Gayo yaitu "tekongan" yang artinya kelokan. Terbukti untuk mencapai kota kecil ini harus melewati tanjakan perbukitan dan menelusuri lereng-lereng gunung yang berkelok-kelok dan terjal. Sayangnya jalan lintas di Takengon juga masih ada yang berlubang-lubang dan tentu masih perlu perbaikan dari pihak pemerintah.
Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi kota kecil ini di pertengahan januari 2016, karena abang kelas saya di ka…

Ragam Wisata di Meulaboh Aceh Barat

Meulaboh adalah Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat yang terletak disalah satu kabupaten di Provinsi Aceh. Letak geografis Meulaboh sangat strategis, merupakan salah satu kota teramai di barat selatan Aceh yang rata-rata mata pencaharian penduduknya adalah berdagang dan jasa. 
Meulaboh juga merupakan salah satu kota terparah yang terkena bencana Tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Bukan hanya menghabiskan banyak bangunan fisik namun juga ribuan nyawa melayang dalam sekejap. Namun hampir sebelas tahun sudah Tsunami berlalu, pemerintah dan masyarakat Aceh Barat khususnya mulai bangkit kembali. Terlihat dengan banyaknya program-program pemerintah yang fokus kepada   pembangunan fisik maupun sumber daya manusia. Pembangunan jalan sudah luas membentang, masjid-masjid berdiri gagah disepanjang jalan, sport center luas akan dibangun, kampus-kampus banyak sekali yang sudah terakreditasi negeri, jembatan-jembatan mulai tertata dengan baik dan tentu dengan pantai memukau yang ada di kota pesisir ini.
Jika…