Enter your keyword

Minggu, 03 Januari 2016

Pulang Adalah Kematian

 " Jika kampung halaman saja dirindukan. Mengapa kematian dan akhirat yang merupakan sebenar-benarnya kampung tidak dirindukan sama sekali,?"
Pulang adalah kematian
Pulang itu adalah kematian. Pulang seharusnya kerinduan untuk menyatu rindu bersama-Nya (gambar via pixabay.com)
Pada suatu hari yang pasti, tubuh yang hina ini akan berteman dengan kegelapan. Meringkuk di dalam tanah yang ukurannya hanya meteran. Malaikat-malaikat-Nya mulai bertanya tentang perbuatan semasa hidup didunia yang fana ini. Entah amalan ini cukup sebagai bekal bertemu dengan-Nya, entah belum selangkah dalam melangkah sudah terjatuh dibawah api yang menyala-nyala. Wallahu A'lam..


Suatu hari yang pasti setiap makhluk yang bernyawa akan kembali kepada pemiliknya. Mungkin lewat kecelakaan, lewat penyakit yang bersarang dibadan dan alasan tak terduga-duga lainnya. Namun yang pasti kita akan kembali bertemu dan bertanggung jawab kepada-Nya. Hanya mereka yang beruntung yang bisa memasuki Jannah-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu beruntung berada dijalan-Nya dengan keistiqomahan yang terus dijaga.

Didalam Qur'an Surah Ali Imran ayat 185, Allah berfirman :


Artinya :"tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung, Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan," (Gambar via www.thingiliketosharewithu.blogspot.com)


Allah jelas sekali memberi peringatan agar tak pernah tertipu dengan dunia yang begitu banyak tipu dayanya. Namun lagi-lagi, selalu lupa dan sengaja dilupakan tentang hal-hal yang berbau kematian hanya karena takut untuk dibicarakan. Kata orang bijak : mati itu pasti. Jadi kapan mempersiapkan diri? Mau bilang nanti-nanti? Memangnya tahu kapan mati?

Kematian itu pasti tetapi tubuh ini selalu lupa mempersiapkan diri. Lupa kalau setiap yang bernyawa akan mati. Sibuk mengais rezeki dan mencari reputasi, padahal yang dibawa hanya sehelai kafan tanpa perhiasan.

Jika kegelapan terjadi di dunia ini mungkin hanya sementara, sembari PLN memperbaiki mesinnya, sembari lilin dinyalakan dan mesin genset dihidupkan sebagai pengganti. Namun lihatlah, setelah nafas berpisah dengan badan. Gelap, panas dan siksaan datang saat kita sendirian. Sementara semua orang yang disayang sibuk dengan urusannya masing-masing. Apa yang hendak dikatakan? Pantaskah kematian ini ajang rindu bertemu dengan-Nya? Entahlah..

Allah, ingatkan diri ini tentang kematian

Allah, 
Entah bagaimana cara Mu mengajak pulang. Sholat wajib saja jadwalnya masih ngalor ngidul, tilawah dan mengulang wahyu-Mu  masih sekedar selipan kesibukan. Padahal jelas sekali peta kehidupan ini ada didalam Alqur'an-Mu. Sedekah yang diberikan hanya nominal murahan, bukan yang terbaik dan tertinggi yang berada ditangan.

Lidah masih terbiasa mengatakan keburukan orang lain seolah-olah diri ini tak pernah berdosa. Serta hati yang masih berselimut dengki,riya, iri, merasa tinggi dan sombong sekali. Padahal apa yang hendak disombongkan? Semua milik-Nya, diri ini hanya sebagai peminjam dari sang pemilik. Sebagai peminjam tak bisa mengklaim bahwa itu milik peminjam. 

Dalam gelap malam dan dalam sujud yang kadang tak panjang. Ingatkan diri ini tentang kematian. Agar ia tak pernah lupa bahwa dunia ini sementara. 

Pulang itu bernama kematian. Pintu pertama bertemu dengan-Nya sesuai syarat dan ketentuan. Pulanglah seperti dalam QS Alfajri ayat 27-30 : 

Pulang Adalah Kematian
Artinya : "Hai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kedalam Syurga-Ku" (gambar via www.didingnurarifin.blogspot.com)

Sungguh beruntung bagi jiwa-jiwa yang tetap istiqomah dalam jamaahnya, yang saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran, yang menjadikan mati sebagai benteng untuk tidak jatuh hati kepada duniawi. Sungguh Allah mempersilahkan masuk kedalam jannah-Nya dengan kenikmatan tiada tara.

Pulang Adalah Kematian
semoga pulang dengan sujud-sujud terbaik agar kelak bisa bersuah di Jannah-Nya (gambar via www.pixabay.com)

Hidup yang baik selalu mengenai pulang dengan cara yang baik. Semoga bisa pulang dengan sebaik-baiknya persiapan dan jika nanti dijemput untuk pulang oleh-Nya, semoga dengan penjemputan terbaik dari-Nya.

Karena pulang adalah kematian, semoga setiap detik dalam helaan nafas ini adalah tentang persiapan terbaik untuk mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan bertemu dengan-Nya dan kekasih-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. (NM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar