Enter your keyword

Rabu, 08 Januari 2020

Destinasi Wisata Gua Sarang di Sabang yang Wajib Kamu Kunjungi

By On Januari 08, 2020
Berbicara tentang Wisata Aceh tak akan pernah habisnya, selain pemandangan pantai yang membiru, gunung-gunung indah dengan pepohonan hijau dan kuliner yang tidak kamu temukan di tempat lain. Aceh dengan segala kelebihannya wajib menjadi list perjalananmu yaaa.

Destinasi Gua Sarang di Sabang yang Wajib Kamu Kunjungi
View Indah Gua Sarang di Sabang Aceh.
Destinasi wisata yang menurut saya cukup recommended adalah Gua Sarang yang ada di Sabang tepatnya di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Asal muasal Gua Sarang yaitu karena terdapat pintu gua yang didalamnya dihuni oleh burung wallet. Gua Sarang ini terdiri dari 5 pintu gua dan 2 diantaranya dihuni oleh burung wallet yang begitu banyak manfaatnya.

Destinasi Gua Sarang di Sabang Aceh yang Wajib Kamu Kunjungi
Karcis Masuk Gua Sarang di Sabang Aceh,

Hanya dengan merogoh kocek Rp 5000,- kamu bisa menikmati hamparan indah Gua Sarang yang terletak di bibir pantai laut biru. Gua Sarang ini langsung menghadap laut lepas Samudera Hindia dan beberapa Pulau Kecil terhampar indah.

Destinasi Gua Sarang di Sabang yang Wajib Kamu Kunjungi
Pemandangan Indah Gua Sarang di Sabang Aceh.

Di Gua Sarang kamu bisa menikmati ayunan yang menghadap langsung laut biru, tidak semua orang berani berayun disini, tapi saya sarankan kamu harus mencobanya, karena ini cukup seruuuu. Setelah menikmati ayunan, kamu bisa langsung menikmati tujuan utama yaitu Gua Sarang, dengan terlebih dahulu Untuk mencapai Gua Sarang ini dibutuhkan kesungguhan dalam menapaki 158 anak tangga yang lumanyan membuat nafas ngos-ngosan, tetapi hal itu akan tergantikan dengan pemandangan indah Gua Sarang yang menghilangkan segala kepenatan.


Gua Sarang ini sangat bagus dikunjungi saaat pagi hari karena tidak terlalu terik maupun terlalu gelap. Selain menikmati view Gua Sarang dan mengabadikannya dalam kamera, disini kamu juga bisa snorkeling, berenang, menyelam dan juga bisa berkemah. Khusus berkemah kamu hanya dikenakan biaya Rp 200.000,- sd Rp 300.000,-, Kontribusi ini juga untuk membantu membangun fasilitas disini.
Destinasi Gua Sarang di Sabang yang Wajib Kamu Kunjungi
Pemandangan Gua Sarang di Sabang Aceh.

Oh Iya, tidak perlu memikirkan bagaimana makanan dan minuman disini, karena ada kedai atau warung yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau.Jadi, kalau lapar atau kehausan, langsung bisa melipir kesini. Hehehe.

Destinasi Gua Sarang di Sabang yang Wajib Kamu Kunjungi
Peringatan di Gua Sarang di Sabang Aceh

Kamu wajib mengunjungi Gua Sarang ini, rasakan keindahannya dan jangan lupa untuk memperhatikan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan disini yaaa. (NM)

Kamis, 20 Juni 2019

Merayakan Kesendirian

By On Juni 20, 2019
Memasuki usia-usia krisis diatas 25 tahun, ada banyak orang khususnya perempuan mulai panik dengan usianya, berbagai pertanyaan seperti kapan lulus kuliah, kapan menikah, kapan punya anak, kapan mengenali calon menantu dan sebagainya. Sepertinya pertanyaan itu adalah hal yang lumrah dipertanyakan baik dari kalangan menengah ke bawah maupun anak-anak milenial saat ini. Rasanya, tanpa pertanyaan ini, seolah-olah orang yang ditanya lupa akan hal itu. Sebagian orang memilih panik dan sebagian lagi memilih berbahagia dengan berbagai nikmat-Nya meskipun belum menemukan partner impian untuk perjalanan panjang kedepan.
Tips Merayakan Kesendirian
traveling adalah salah satu cara merayakan kesendirian
Memang usia diatas 25 tahun adalah waktu produktif untuk menikah, tetapi hidup ini tidak meluluh menikah, karena banyak hal juga bisa dilakukan di usia 25 tahun. Saya bukan tipe orang yangg nyinyir dengan status orang lain, bukan yang menolak nikah muda dan tentu tidak sinis dengan mereka yang lama menikahnya. Hidup ini pilihan bagi setiap orang dan hidup yang bahagia adalah hidup yang tidak terlalu mengurusi hidup orang lain. Merayakan kesendirian dengan membaca buku lebih banyak, mengikuti seminar-seminar parenting dan keilmuwan, menjalan silaturrahmi dengan berbagai teman yang mungkin selama ini jarang kita sapa dan tentu traveling adalah hal yang wajib dilakukan agar otak tetap fresh, produktif dan tentu bahagia.

Jangan terlalu panik apa yang dikatakan oleh orang lain, rayakan kesendirianmu dengan berbagai kegiatan positif. Yakinlah, ketika kau telah siap, Insya Allaah, akan ada saatnya merayakan kebersamaan bersama dengannya. Jadi, sembari menunggu tetaplah berbahagia yaa.  (NM)

Minggu, 03 Februari 2019

Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram

By On Februari 03, 2019
Momen Matahari terbenam (sunset) adalah hal yang paling dikejar hampir semua orang yang menyukainya, ada yang hanya sekedar untuk manambah koleksi gambar di galeri, menghabiskan waktu berharga dibawah senja yang indah bersama pasangan maupun keluarga, sebagian lain memutuskan untuk menyendiri & menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia yang menyapa tiada henti. Memang, sunset adalah obat untuk jiwa-jiwa yang merindukannya. Asiiik. Jadi, bagi kamu pemburu sunset, Pantai Ampenan adalah tempat yang patut kamu kunjungi jika berlibur di Pulau Lombok tepatnya di Kota Mataram.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Ikon Kota Tua Ampenan Mataram
Pantai Ampenan, salah satu destinasi andalan dan terdekat dengan Kota Mataram. Dengan modal ojek online Rp 10.000,- dan hanya menempuh waktu 5-10 menit pemandangan Pantai Ampenan tersunguh di depan mata, tidak hanya gradasi jingga yang menyejukkan mata, bangunan Kota Tua bergaya art deco Khas Belanda yang berjejer rapi bernilai sejarah juga patut untuk ditelaah. Pantai Ampenan terletak di Kota Tua Ampenan yang merupakan salah satu kota tua yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bersama dengan 42 kota tua lainnya yang ada di Indonesia.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Sunset Indah Di Kota Tua Ampenan Mataram
Ampenan berasal dari bahasa sasak yang diambil dari kata amben, artinya persinggahan, sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan Ampenan memang kota tempat persinggahan berbagai suku sejak zaman Belanda dulu. Kota ini dibangun pada tahun 1924 oleh Belanda yang menunjukkan ambisi Belanda dalam menciptakan sebuah Kota Pelabuhan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setidaknya ada 459 kapal yang singgah beserta 527 perahu yang melakukan bongkar muat di Ampenan pada era 70an. Meskipun pada tahun 1970 karena besarnya gelombang laut di Selat Lombok, pelabuhan tersebut dipindahkan ke Lembar. Setelah terjadi perpindahan, akvitas masyarakat di Ampenan mulai berkurang ramainya, tetapi tetap 'hidup' hingga sekarang.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Bangunan tua di Kota Ampenan via www.travelingyuk.com
Saat menjejaki kaki pertama kali di Ampenan, aku langsung merasakan nuansa keberagaman agama maupun suku bersamaan dengan toleransi yang tinggi. Kita dengan mudah bisa menjumpai masyarakat yang berasal dari suku Sasak asli Lombok, Tionghoa, Bugis, Jawa, India, Arab dan lainnya, bahkan masing-masing suku ada perkampungannya loh. Misalnya Kampung Melayu banyak dihuni oleh mereka yang mayoritas Islam yang didepannya ada Vihara Bodi Dharma yang berdiri sejak tahun 1804, sementara di kawasan pesisir dihuni oleh Suku Banjar yang berprofesi sebagai nelayan. Sayangnya,aku lupa mengambil gambarnya saat mengelilingi Ampenan. Duuuh.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Wisata Kuliner Pantai Ampenan Mataram
Sembari menikmati sunset yang indah, kamu bisa memanjakan lidah dengan kuliner khas Pulau Lombok seperti sate bulayak, sate tanjung, sea food, plecing kankung khas Lombok dan masih banyak sekali makanan lain yang dijajakan disini dengan harga yang terjangkau berkisar Rp 5.000,- hingga Rp 25.000,-.tergantung berapa banyak porsinya ya hehehe.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Seafood di Pantai Ampenan Mataram
Ada beberapa spot berphoto yang tersedia diantaranya gapura ampenan bumi Al-Qur'an, taman dan jembatan photo yang mendukung dokumentasi semakin menarik. Ohiya, untuk teman-teman Muslim jangan khawatir jika mengunjungi Ampenan di sore hari menjelang magrib, ada mushola kecil untuk sholat yang bisa kamu gunakan dengan leluasa. 
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Gapura Ampenan Bumi Al Qur'an di Pantai Ampenan Mataram
Bagi kamu yang ingin mengunjungi Ampenan, aku sarankan berkunjunglah saat sore hari ketika langit jingga menyelimuti kota Tua ini. Jika kamu tipe yang suka berolahraga, datanglah setelah subuh sembari menikmati sunrise di Ampenan. Sebaiknya hindari berkunjung saat siang hari karena cuaca yang cukup terik dan kadang juga berdebu.
Menikmati Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Sunset Indah di Kota Tua Ampenan Mataram
Selamat menikmati sunset di Kota Tua Ampenan ya. Jangan lupa catatan perjalanan dan kameramu untuk merekam semua momen berharga di Ampenan ya, ditunggu!. (NM)

Kamis, 22 November 2018

Sekelumit Kisah Perjalananku di Lombok

By On November 22, 2018
"Alhamdulillah, akhirnya bisa menginjakkan kaki di Timur Indonesia" seruku berkali-kali dalam hati dengan wajah berbinar-binar. Impian semenjak Sekolah Menengah Atas akhirnya terwujud. Jika bukan karena Allah, mungkin aku tidak akan pernah bisa mengepak ransel dan menikmati semua proses di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Oh iya..tujuanku ke lombok yaitu dalam rangka kerja-kerja kemanusian, karena lombok baru saja (29 Juli 2018) diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR, setidaknya menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekitar 20 orang menjadi korban jiwa, 401 jiwa mengalami luka-luka dan sekitar 10.062 rumah terdampak gempa. Atas dasar itulah, Yayasan tempatku mengabdi mengutusku ke Lombok, ku sambut dengan suka cita. Alhamdulillah, mumpung masih muda, kapan lagi bisa memaksimalkan diri berbagi untuk sesama.

Lombok International Airport
Lombok International Airport
Pulau Lombok yaitu salah satu gugusan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan alamnya yang indah, masyarakatnya ramah dan wisata kulinernya buaaanyaaak sekali. Hem, tidak akan nyesal jika kamu mengunjungi Lombok loh hehehe. Meskipun dalam kondisi terdampak bencana, masyarakat yang aku jumpai itu sangat ramah dan dengan sukarela memberi aku rujak mangga, es kelapa, sate ikan laut dan lainnya saat aku berkegiatan di Lombok Utara maupun Lombok Timur. Selain itu, ada juga warga terdampak gempa yang memberikan sayur mayur yang mereka miliki untuk masyarakat yang terdampak gempa juga. Masya Allah, sebuah kebaikan yang tak terkira dan sering membuat mataku berkaca-kaca.
Warga Lombok
Seorang warga terdampak gempa  membagikan sayur mayurnya ke masyarakat yang juga terdampak gempa.
Kesan pertama menginjakkan kaki di Lombok, aku seperti merasakan suasana yang sama seperti kampung halamanku, Aceh. Bahkan saat keluar dari Lombok International Airport atau sekarang namanya Bandara Zainuddin Abdul Madjid, aku langsung merasakan suasana aceh dengan suara azan yang bersahut-sahutan dari Masjid yang satu dengan Masjid yang lain, karena Masjid disini saling berdekatan. Selain itu, menurutku aksen (logat) mereka bercerita seperti logat Aceh, aku seperti pulang kampung. FYI, disana terkenal sekali Beureugek, penyanyi Aceh yang populer dengan tembangnya berjudul Boh Hate (Kekasih hati). Uhuii... aku yang tidak terlalu tahu tentang lagu beureugek, terpaksa membuka Youtube menghafal beberapa bait dan judul lagunya, agar nyambung ketika ditanya Bang Beureugek oleh masyarakat disini. Hehehe.

Senja Indah Di Lombok
Senja di Lombok
"Aku Nasriati, asal Aceh tetapi sekarang berkegiatan di Medan" setiap kali memperkenalkan diri. Siapa saja yang mendengarkan, pasti akan bertanya bagaimana kronologi tsunami di Aceh? Bagaimana aku selamat dari Tsunami? Bagaimana aku bisa survive hingga saat ini? dan segudang pertanyaan lainnya tentang Tsunami dan Aceh pasca berdamai dengan Indonesia, bahkan dalam sehari aku bisa bercerita 10 kali tentang 2 hal ini.

Semangat anak-anak lombok
Semangat anak-anak Lombok
Bagiku pertanyaan itu wajar, mengingatkan mereka tentang saudaranya di Aceh 14 tahun lalu pernah mengalami bencana mahadasyat dan gempa yang mereka alami ini tidak sebanding dengan hal itu. Disela-sela cerita perjalananku saat dan setelah tsunami, mereka mengucapkan syukur bahwa Allah masih sayang dengan mereka -- buktinya mereka masih hidup meskipun gempa menghancurkan rumah mereka dan Alhamdulilah mereka mendapatkan bantuan kemanusiaan agar tetap survive kedepannya.

Berbagi kebahagiaan di Lombok
Berbagi kebahagiaan di Lombok
Anak-anak disanapun menyambutku dengan riang dan bahkan ada yang mengatakan bahwa ia nanti ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang seperti aku. Aku jadi senyum-senyum sendiri karena dulu aku juga pernah diusia mereka ketika bencana tsunami dan atas dasar itulah aku menjadi pekerja sosial hingga saat ini. "Gempa boleh meghancurkan rumah-rumah kita, tetapi gempa tidak boleh menghancurkan mimpi-mimpi kita" ucapku setiap kali berkegiatan dengan anak-anak disana. Mata mereka berkaca-kaca, mataku juga berkaca-kaca. Semoga selalu ada hikmah dibalik bencana, doaku dalam hati. Semoga..

Cerita singkat ini sebagai pemula dan pemantik semangat untuk tulisan Wisata lombok yang akan di posting nantinya, tetap mengikuti perkembanganku di Blog ya. Terimakasih banyak, temans. (NM)