Langsung ke konten utama

Postingan

Menjaga hati = Menjaga Cinta

Aku pernah patah hati diantara harapan-harapan yang ku bangun sendiri hingga bertahun-tahun kepada seorang laki-laki. Aku pernah marah kepada Allah kenapa tak menghadirkan cinta yang menenangkan jiwaku beberapa tahun yang lalu. Aku memprotes takdir yang telah Allah tetapkan sebelum waktunya tiba, Tetapi semakin kesini, semua yang terjadi di masa lalu adalah bagian proses mematangkan diriku saat ini. Bahwa memang ujian terbesar bagi yang belum menikah adalah jatuh cinta sebelum waktunya. Mengelolah hati agar tetap stabil bukan perkara mudah, karena godaan syaitan itu luar biasa kuatnya. Tapi yakin adanya Allah yang menjaga, pastilah semua akan baik-baik saja. Rasa cinta kepada seorang itu fitrah, karena Allah langsung yang berikan kepada kita. Kewajiban kita adalah menjaga cinta itu sebaik-baiknya menurut Syariat-Nya. "Kak, tapi kalau cuek dan tegas kali sama laki-laki, nanti nggak ada yang suka sama kita kak" kata seorang adik kepadaku. Hem, jika cuek dan tegas bagian dari …
Postingan terbaru

Nania, Semua Akan Baik-Baik Saja

"Apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu, Nan?" tanyaku kepadanya hati-hati, khawatir menyinggung ranah privasinya. Betul yang ku duga, beberapa detik suara di seberang sana berhenti dan sesaat kemudian ia tertawa. feelingku sebagai sahabat 8 tahunnya mengatakan  ia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Semoga kau baik-baik saja dan ini hanya firasat rindu karena sudah lama kita tidak bertemu dan berdiskusi via telpon maupun sosial media. "Kenapa ketawa?"tanyaku lagi. Ia diam menghela nafas panjang "pertanyaan kamu lucu Ni. Tentu aku bahagia dan beginilah rumah tangga itu Ni, ada sedih dan ada tawanya juga hahaha" tawanya masih terdengar di telingaku. Entah kenapa tawa itu menjadi hal yang menyedihkan bagiku.
Lidahku kelu tak mampu mengucapkan sepatah dua kata lagi bersamaan dengan mataku yang berkaca-kaca. Kembali suara kami berjeda. Ia diam dan aku juga diam. Entah bagaimana menceritakan kepadamu bahwa aku tak ingin kau kenapa-kenapa di pulau yang k…

Hijabmu Tak Akan Membatasi Pergerakanmu

"BERGERAKLAH dengan hijabmu karena hijab tak akan pernah membatasi apapun pergerakanmu" adalah salah satu pesan saya kepada peserta Talkshow Critical Eleven of Hijab "The Real Hijab Zaman Now" bersama Inez Ayu (Pemeran Film Mengejar Halal - Darul Qur'an Movie) dan Khairunnisa (Koordinator Keputrian UKMI Ar-Rahman UNIMED) dalam Rangka Gebyar Hijab Day 2018 Keputrian UKMI Ar-Rahman Universitas Negeri Medan (Sabtu, 17/2)
Sahabatku, sesuatu yang telah ditetapkan ALLAH, maka itulah yang terbaik meskipun kita tidak memahami maksud-Nya apa. Kenapa? Karena ALLAH Maha Tahu segalanya, sedangkan kita hanya makhluk yang tidak tahu apa-apa tanpa-Nya. Jadi intinya adalah sami'na wa atho'na. Berbicara hijab berarti berbicara keistimewaan seorang perempuan islam, karena hijab adalah bentuk penjagaan, perlindungan dan sebuah identitas muslimah yang telah baligh, meskipun ia belum tentu baik. Hijab adalah bagian dari ketaatan kepada Allah yang telah menetapkan segala ke…

Kerlap Kerlip Lampu Kapal dan Harapan Ayah

"Kamu kenapa suka sekali dengan lampu kapal?" Tanya seorang teman suatu kali saat aku memaksa ia melihat kapal laut yang sedang berlabuh di Pantai Ujung Karang, Meulaboh. Seketika bayangan tentang sosok yang selalu ku harapkan hadir dalam mimpiku berkelabat dalam imajinasiku. Ah, sulit sekali menceritakan tentangnya dalam keadaan mata yang tak basah. Aku tak ingin cengeng di depannya,tetapi apa boleh buat. Barangkali aku harus memulai menceritakan tentang sosok Ayah yang mirip sekali karakternya denganku. Beginilah ceritanya. Aku suka lautan luas, pantai lepas, matahari terang maupun terbenam dan kapal yang melewati lautan dengan lampu kerlap kerlip. Salah satu kesukaan itulah yang membuat kenangan tentang Ayah semakin sulit untuk ku lupakan. Ayah adalah laki-laki pertama yang mengenalkan kepadaku bagaimana seharusnya anak-anak pantai meraih mimpinya. Ayah selalu mengajak anak perempuannya ini menemaninya mencari telur penyu, memancing ikan, mencari kerang, memanjat kelapa …

Syukuri Jalanmu

"Apa yang paling dibutuhkan oleh kawan-kawan jalanan Nas?" Tanya banyak orang kepadaku setiap kali ingin melakukan kegiatan dengan kawan jalanan.
Sekedar hadir di jalan lalu kalian tersenyum dan mendengarkan kisah mereka saja sudah membuat kawan-kawan di jalanan bahagia. Senyum mendekatkan dan mengakrabkan. Karena sering kali yang didapatkan di jalanan itu adalah tatapan sinis, aneh dan lagi-lagi label negatif yang tak seharusnya disamaratakan kepada kawan jalanan.
Kita sering terpaksa mendengar suara kawan jalanan di simpang jalan karena lampu merah, atau saat kira makan di cafe-cafe. Selebihnya? Entahlah. Apakah ada yang pernah mendekati kawan jalanan lalu memintanya bernyanyi dan mendengarkan kisahnya? Pasti ada! Salah satunya untuk tujuan skripis atau tugas PKL yang mengharuskan ada klien hehehhee. Benar nggak? :)
Berbagi itu bukan hanya sekedar seberapa banyak materinya, tetapi lebih dari itu. Materi itu hanya luarannya saja. Tetapi saat hati kita mampu memaknai bahwa …

Menjadi Perempuan Berpengalaman

"Kau ialah betina, kalau kau cuma tahu soal makan, tidur, bersolek dan kawin. Banyaklah belajar, berpikirlah besar, rancanglah masa depan dan pandai-pandailah menempatkan diri, maka kau boleh disebut wanita. Tapi, untuk menjadi perempuan, kau juga harus memiliki kesadaran, ketulusan dan bisa menjadi tempat untuk berpulang, serta kuat tuk dijadikan pijakan.”  ― Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan: Sealbum Puisigrafi.
Qoute Mas Manggala ini menjadi inspirasi tersendiri bagi saya sebagai perempuan yang mempunyai mimpi menjadi perempuan berpengalaman. Menjadi perempuan dengan banyak pengalaman pastilah menyenangkan karena ada bekal untuk perjalanan selanjutnya. Jadi. mumpung masih muda jadi saya mondar-mandir mencari apa-apa saja yang bisa saya amati, pelajari dan aplikasikan dalam hidup saya. Eyaaak.. jangan serius-serius kali bacanya :)
Sehingga beberapa orang bertanya kepada saya apa motivasi saya sibuk sana-sini? Dan terlihat semua diikuti, apa enggak lelah? (Itu kelihatan sib…

Alhamdulillah, Hidupku Asik!

Seberapa sering kita mengatakan bahwa hidup orang lain lebih enak dibandingkan kita? Sikit-sikit pokoknya " enak lah kau.. iyalah kau enak, aku ini apalah.. aku kaleng-kaleng ajanya, kau kan lain.." Memang enak kalau bilang enak itu ya hehehe. Insya Allah kalau sering-sering begitu, bersiap-siap lah hidup nggak tenang. Sikit-sikit gelisah. Sementara kunci hidup ini adalah ketenangan. Klo enggak tenang? 'minum obat' banyak2 lah.

Saya punya prinsip hidup agar tak pernah mengatakan bahwa hidup orang lain lebih enak dari hidupku. Jika sesekali keceplosan, biasanya langsung istighfar. Karena apa? Kalau kita bicara kesusahan, biasanya kita sering bilang : "kau masih enak.. aku kekgini..kekginliah. lebih susah aku lagi dan bla bla" sering bilang gini nggak? Dan jarang bilang  " Alhamdulillah..hidup aku lebih enak dari dia" meskipun dalam hati. Kita sor kali klo bicara kesusahan hehe.

Saya kalau lihat orang naik mobil, biasanya saya berdoa semoga esok lu…